Jumat, 08 April 2011

PEPERANGAN DI ZAMAN IMAM MAHDI Bag.4

Penaklukan Konstantin (Istanbul)

Konstantin adalah kota Asitanah atau kota Istanbul di Turki yang dulunya merupakan ibu kota kekhalifahan Turki Utsmani. Lalu muncullah Musthafa Kamal Attaturk (si antek penjajah) maka terhapuslah kekhalifahan Islam pada awal abad ini (1923 Masehi). Dan ia mengganti negara Islam menjadi ‘sekularisme’. Sungguh Attaturk telah mengganti hal paling baik dengan yang paling buruk.

Semenjak hari yang malang tersebut Turki semakin luntur dari ke-Islamannya dan tergelincir masuk sangat jauh ke dalam sekularisme. Sehingga saat ini bangsa Arab dan seluruh kaum Muslimin dikejutkan oleh adanya persekutuan Turki dengan musuh utama kaum muslimin pada umumnya, yaitu Israel (Yahudi) dalam bidang militer dan pertahanan (persekutuan ini terlaksanan pada bulan April 1996). Bahkan turki juga memberikan perizinan kepada pesawat-pesawat tempur Israel untuk memakai kawasan udaranya dalam latihan militer.

Kemudian dalam beberapa minggu kemudian setelah persekutuan tersebut, kita dikejutkan lagi oleh sikap keras dan kasar Turki dalam masalah air sungai Dajlah dan Euphrat. Juga mengumumkan bahwa negara-negara tetangga mereka tidak mempunyai hak terhadap air dari sungai-sungai tersebut. Tuntutan Turki tersebut tidaklah ada bedanya dengan tuntutan orang kulit putih terhadap orang-orang Indian untuk mendapatkan hak-hak di negeri Amerika yang mereka rampas secara zhalim dan paksa. Maka pantaslah bila Imam Mahdi beserta pasukannya menaklukkan Konstantin.

Penaklukan Turki dilakukan dengan menggunakan dzikrullah, tahlil dan takbir.
Berdasarkan sabda Rasul:
“apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab: Pernah wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq (Eropa dan Amerika, kulit putih). Ketika mereka telah sampai di sana maka merekapun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu. Berkata perawi hadis: Saya tidak tahu kecuali hal ini hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah seseorang seraya berteriak: Sesungguhnya dajjal telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.”
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Al Fitan wa Asyratussa’ah

Al Hafizh Ibn Katsir berkata: “Hal ini menunjukkan bahwa kaum Rum akan masuk Islam pada akhir zaman. Dan bisa jadi bahwa kota Konstantin akan ditaklukkan oleh satu kelompok dari mereka, sebagaimana telah disebutkan pada penjelasan hadits yang telah lalu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar